HATI SELUAS DUNIA

Agustus 26, 2009

Dahulu kala, hiduplah seorang guru yang terkenal bijaksana. Pada suatu pagi, datanglah seorang pemuda dengan langkah lunglai dan rambut masai. Pemuda itu sepertinya tengah dirundung masalah. Tanpa membuang waktu, dia mengungkapkan keresahannya: impiannya gagal, karier, cinta, dan hidupnya tak pernah berakhir bahagia.

Sang Guru mendengarkannya dengan teliti dan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Dia taburkan garam itu ke dalam gelas, lalu dia aduk dengan sendok.

” Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?” pinta Sang Guru.

“Asin dan pahit, pahit sekali,” jawab pemuda itu, sembari meludah ke tanah.

Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga di hutan dekat kediamannya. Kedua orang itu berjalan beriringan dalam kediaman. Sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Sang Guru lalu menaburkan segenggam garam tadi ke dalam telaga. Dengan sebilah kayu, diaduknya air telaga, membuat gelombang dan riak kecil.

Setelah air telaga tenang, ia pun berkata, “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah.”

Saat tamu itu selesai meneguk air telaga, Sang Guru bertanya, “Bagaimana rasanya?”

“Segar,” sahut pemuda itu.

“Apakah kamu masih merasakan garam di dalam air itu?” tanya Sang Guru..

“Tidak,” jawab si anak muda.

Sang Guru menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk bersimpuh di tepi telaga.

“Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan seumpama segenggam garam. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.Tetapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah atau tempat yang kita pakai. Kepahitan itu, selalu berasal dari bagaimana cara kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan atau kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang boleh kamu lakukan: lapangkanlah dadamu untuk menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Luaskan cara pandang terhadap kehidupan. Kamu akan banyak belajar dari keluasan itu.”

“Hatimu adalah wadah itu. Batinmu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah hatimu seluas telaga yang mampu meredam setiap kepahitan. Hati yang seluas dunia!”

Keduanya beranjak pulang. Sang Guru masih menyimpan “segenggam garam” untuk orang-orang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan hati.

*For a better world, for a better you*

Sumber : kompas.com Rabu, 26 Agustus 2009 | 09:17 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/08/26/09173621/Sekali.Cukur..Sultan.Bolkiah.Habiskan.Rp.247.Juta
Sultan Hasanal Bolkiah

LONDON, KOMPAS.com — Untuk urusan merapikan rambut, Sultan Brunei Hasanal Bolkiah dengan gampang merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah.
Seperti dilansir The Sun, Sultan yang masuk jajaran orang terkaya di dunia itu mengundang tukang cukur favoritnya, Ken Modestu, yang membuka kios di Dorchester Hotel di Mayfair, pusat kota London.

Tentu bagi orang sekaya Bolkiah jarak sama sekali bukan masalah. Menurut orang dekat Modestu, George Kadi, tukang cukur itu memang menjadi favorit raja berusia 62 tahun itu. “Ken sudah menangani rambut Sultan Bolkiah selama 16 tahun terakhir,” kata Kadi.

Modestu dipanggil ke Brunei tiap 3-4 minggu sekali. Modestu pun dimanja dengan penerbangan kelas satu yang tiket pulang perginya seharga 9.000 poundsterling atau Rp 147 juta. Sampai di darat, Modestu tidak perlu bingung karena hotel dan segala keperluannya sudah disediakan. “Semua keperluan, termasuk hotel, transportasi, sampai makanan mewah, sudah disediakan. Semua tinggal tanda tangan. Itu saja,” kata Kadi kepada The Sun.

Setelah selesai menunaikan tugasnya dan Sultan puas, Ken langsung menerima bayaran hingga ribuan poundsterling. ”Pokoknya setelah selesai mencukur, Sultan memberinya amplop tebal, tentu saja isinya uang,” kata Kadi.

Wabah flu babi yang sudah menyerang Asia Tenggara membuat Sultan Bolkian lebih berhati-hati mendatangkan Modestu. Modestu pun dibelikan tiket kelas satu yang memungkinkan ia punya kabin sendiri sehingga tidak bercampur dengan penumpang lain. Untuk itu, Sultan Bolkiah dengan enteng mengeluarkan uang 11.000 poundsterling atau Rp 180 juta.

”Kalau ditotal, sultan bisa mengeluarkan uang 15.000 poundsterling (Rp 247 juta) hanya untuk sekali cukur. Padahal, di Inggris, Ken hanya mematok tarif 30 pound (sekitar Rp 490.000),” kata Kadi. sun/sas

Sumber : kompas.com Rabu, 26 Agustus 2009 | 09:17 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/08/26/09173621/Sekali.Cukur..Sultan.Bolkiah.Habiskan.Rp.247.Juta

Dikutip dari : http://anungwaskito.com/indomie-pedes-mampus-abang-adek-92

Indomie Abang AdekIndomie Abang Adek

Sempat tergelitik dengan cerita salah seorang teman kantor tentang legenda Indomie Pedes Mampus, Panas lah hati saya yang *ngaku ngaku* pecinta pedas! Demi cobain ini legend, maka disempat sempatin juga akhirnya sepulang mencari nafkah, Meluncur ke TKP! (Tempat Kejadian Pedes-pedes) :D

Untuk menuju ke lokasi, cukup dengan patokan Roxy Square. Kalau Roxy Square ada di sebelah kiri anda (dari Jln Wahid Hasyim) lurus lewatin dia dikit sampai ada belokan ke kiri. ikutin jalanan, sambil perhatikan ke sebelah kanan anda. Begitu ada belokan kanan pertama, langsung masuk, lurus terus sampai mentok! Posisinya tusuk sate disana.

Pas sampai di TKP, Tempatnya terbilang sederhana namun mewah untuk ukuran warung tenda. Tulisan Indomie Abang Adek yang cukup besar disertai tulisan menu ‘godaan godaan’ di bawahnya, hehehe..

Saat itu saya ber 6 bersama tim verifikasi pencari fakta langsung tanya sang abang, “Ada menu apa aja mas?“  Lah si mas nya koq malah nyebutin menu ala ropita. Oh.. ganti pertanyaan “Mas, Indomie pedes ada apa aja?” Nah.. baru deh dapat jawaban. Ternyata, di sana ada beberapa level pedesnya indomie, Dari mulai Tidak pedas, sedang, pedes, pedes garuk, pedes gila, dan rajanye.. pedes mampus! So… ga pake ragu, “SAYA MAU INDOMIE TELOR KORNET PEDES MAMPUS!!!!! “… Eh, tu abangnya ketawa ketawa kesenangan gitu. Weleh feeling not good nih :D . Ah ga coba ga tau kan. Ya sudah lah sehabis pesan makanan, kita ngobrol ngobrol ngalor ngidul. Tempatnya yang khas warung tenda dimana mana emang paling pas buat kongkow. Plus point juga terang, ga remang remang kaya warung “yang lain” :D .

Dirudung rasa penasaran, saya rasanya koq ada feeling ga enak gini sih. Ah.. pengen liat deh bikinnya kayak apa. Lirik lirik lah ke bagian dapur, dimana ada 1 orang yang lagi “racik racik bumbu”. JRENG!!

anung-indomie-pedes-mampusIndomie Pedes Mampus

Er.. Picture worth a thousand pic! Uda disiapkan 5 mangkok bumbu dasar dari pesanan saya. Cabe oranye! Wew.. harusnya sih uda pada ngeh yah tentang kasta kepedasan yang dimiliki sama cabe berwarna oranye ini. Foto diambil tepat setelah cabe tersebut direbus dan diaurkan di mangkok. Setelah itu, diulek sampai hancur merata. Persis kayak kalau lagi mau buat sambel cobek.. Merinding euy…

Menyadari hal nujubile gini, I go back to my friends and give them a quick update… Yah.. kehebohan terjadi saat mereka yang perlu melihat agar percaya, benar benar lihat kuantitas cabe yang dipakai! :D

Ah sudahlah.. musi cobain dulu! namanya juga Penasaran.. Tapi biar aman, saya pesan juga Susu biar aman kalau kenapa kenapa haha..

Anung’s Little Note: Susu mengandung casein yang berguna untuk menetralkan rasa pedas

Sejenak menunggu dengan hati cekot cekot. Datang juga itu pesanan. Begitu disajikan di depan muka. Tampilannya sebenarnya biasa saja, namun dengan kornet yang digoreng terlebih dahulu sebelum disajikan (bukan direbus kaya warung tenda biasanya). Membuat tampilan yang biasa saja ini jadi lain.

Tidak perlu dihirup dalam dalam pun, Aroma kental cabe pun langsung menyeruak ke hidung, naik sampai menyebabkan sedikit gatal di kepala.. Walah.. bener bener bikin penasaran! Haha..

Indomie Pedas MampusIndomie Pedas Mampus

Awalnya juga bingung koq ilang yah tu cabe tadi, ternyata Si Mas dengan cekatan nya mengatur tata letak indomie ini sehingga sang cabe tersembunyi di bagian bawah. Pas saya korek dikit. Weleh…. baru dah menyembul itu si orens… Awalnya ragu.. makan.. jangan.. makan.. jangan..

Tapi kadung uda disini. Sikat saja deh! :D . Slepp.. 1 suap kuah masuk ke mulut, langsung nendang ngiris ngiris lidah! Astaga, racun banget ini mah.. 1 suap ini langsung sukses membuat saya mengucurkan keringat saking pedasnya! Rasanya cuma 1… Pedas Mampus!!! wakakak.. bener bener tidak ada rasa lain di kuahnya! semua rasa kalah! Kalau dibandingin sama jigokunya sanpachi kayanya ini uda level belasan apa dua puluhan kali ya.. :D

Udah tau pedas gitu, tetep aja pengen lanjut. Makan indomie nya, matengnya pas deh. Kornetnya juga karena digoreng, jadi gurih juga. Sambil merem melek nahan pedes, tetep abisin!! :D Hasilnya, perut panas euy..

Sisa Indomie Pedas MampusSisa Indomie Pedas Mampus

Foto disebelah merupakan sisa dari perjuangan. Miris ngeliatnya karena I’m normally finish all my dishes as clean as possible :p

But for this one.. I made an exception :D . Sisa cabe nya itu uda bisa buat bikin sambal cobek buat 2-3 cobek kali tuh.

Baru kali ini ngerasai pedas sampe kaya gini. Susu pun sampe abis 2 gelas dan es teh 1 gelas. Walah walah.. Seketika kesombonganku terhadap rasa pedas.. runtuh seketika!!

Damage Cost:
- Indomie Telor Kornet Pedes Mampus: Rp. 12.000

Anung Says:
- Comeback: Buat nemenin teman yang mau coba aja deh. Kalo special balik lagi sepertinya tidak.
- Must order cuisine: What else? Indomie Telor Kornet Pedes Mampus
- Beware beware.. It’s really really hot! Almost uneatable :D .
- Don’t forget to order Milk!

Location:
- Jln. Mandala utara,Belakang Roxy Square (See the red X). Thanks to google maps. Click here for exact location.

Lokasi Indomie Abang AdekLokasi Indomie Abang Adek

dikutip : http://anungwaskito.com/indomie-pedes-mampus-abang-adek-92

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.